DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
KPPBC TMP B BANDAR LAMPUNG

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
Artikel

Hati-hati Importasi Produk Kosmetik

05 Desember 2017

Dorongan akan perawatan tubuh maupun make up terus meningkat seiring kebutuhan. Tak pelak saat kebutuhan kosmetik tidak tersedia di dalam negeri, anda akan mencoba memesan atau bahkan membawanya dari luar negeri. Sayangnya tidak banyak orang paham ketika anda melakukan pemasukan kosmetik tersebut, anda akan menghadapi risiko “berurusan” dengan bea cukai. Yang ujung-ujungnya kosmetik yang anda idamkan belum tentu anda bisa bawa pulang.

Sebelum memutuskan untuk melakukan importasi barang, perlu dipahami tidak semua barang dapat diimpor secara bebas dan tanpa pembatasan. Satu dari empat fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai adalah sebagai community protector yaitu melindungi masyarakat dari masuknya barang-barang berbahaya. Dalam tugasnya, petugas Bea cukai akan memberikan persetujuan pengeluaran barang impor apabila importir menyerahkan dokumen pemberitahuan pabean, dokumen pelengkap pabean, dan melunasi bea masuk dan pajak dalam rangka impor yang terutang. Salah satu dokumen pelengkap pabean tersebut adalah perizinan dari instansi teknis terkait apabila barang yang diimpor merupakan barang yang dilarang atau dibatasi untuk diimpor. Peraturan terkait larangan dan/atau Pembatasan (lartas) tersebut tidak hanya diterbitkan oleh Kementerian Keuangan sendiri, namun juga oleh instansi lain seperti BPOM.

Pemasukan Kosmetik diatur dalam Peraturan Kepala BPOM No 27 Tahun 2013 tentang Pemasukan Obat dan Makanan ke Dalam Wilayah Indonesia. Peraturan ini mensyaratkan bahwa pemasukan kosmetik hanya boleh dilakukan oleh pemegang izin edar atau kuasanya. Lebih jauh lagi, merujuk pada Surat Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen nomor ST.05.03.43.01.14 tanggal 13 Januari 2014 perihal Pemasukan Kosmetik untuk Kepentingan Pribadi, Badan POM tidak menerbitkan izin SAS (Special Access Scheme) untuk pemasukan kosmetik dengan tujuan pemakaian sendiri/pribadi. Dapat disimpulkan bahwa apabila anda mencoba memasukkan kosmetik untuk kepentingan pribadi/perorangan melalui Jasa Kiriman Pos, kosmetik anda tidak akan diperkenankan masuk ke Indonesia dan harus dikembalikan kepada pengirim barang di luar negeri (re-ekspor) atau dimusnahkan.

Baik BPOM maupun Bea Cukai jelas memiliki tujuan yang baik. Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi konsumen dari kemungkinan adanya barang tiruan maupun yang mengandung zat berbahaya. Selain itu langkah ini juga positif demi melindungi industri dalam negeri. Tak salah apabila mulai menggunakan produk kosmetik lokal karena kualitasnya kini tak kalah dengan produk impor yang beredar saat ini.

Akhir kata, berhati-hatilah sebelum melakukan impor. Anda harus paham dulu dengan regulasi pemerintah di bidang impor sebelum membeli barang dari luar negeri. Karena kalau Anda memaksakan diri untuk membawa atau mendatangkan barang lartas dari luar negeri tanpa menyerahkan perizinan kepada petugas bea cukai, maka barang tersebut tidak akan diberikan persetujuan oleh petugas bea cukai untuk keluar dari kantor pos maupun bandara apabila anda membawanya dari luar negeri.

[Bima Raspati]




   Hak Cipta KPPBC TMP B Bandar Lampung @ 2016
Jl. Yos Sudarso Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung 35241