DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
KPPBC TMP B BANDAR LAMPUNG

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
Artikel

PENGENAAN TARIF CUKAI 57% TERHADAP HASIL PENGOLAHAN TEMBAKAU LAINNYA / VAPE

27 Juli 2018

Vape atau rokok elektrik adalah salah satu jenis dari penghantar nikotin elektronik. Rokok jenis ini dirancang untuk membantu pecandu rokok tembakau mulai berhenti merokok. Dengan beralih dari rokok tembakau ke rokok elektrik, secara perlahan mereka belajar untuk berhenti merokok.Rokok jenis ini terdapat dalam berbagai bentuk dan ukuran, tetapi terdapat tiga komponen utama dalam rokok elektrik, yaitu baterai, elemen pemanas, dan tabung yang berisi cairan (cartridge). Cairan dalam tabung ini mengandung nikotin, propilen glikol atau gliserin, serta penambah rasa, seperti rasa buah-buahan dan cokelat. Beberapa rokok elektrik memiliki baterai dan cartridge yang dapat diisi ulang. Rokok elektrik bekerja dengan cara memanaskan cairan yang ada dalam tabung dan kemudian menghasilkan uap seperti asap yang umumnya mengandung berbagai zat kimia. Pengguna mengisap zat kimia ini langsung dari corongnya.

Kehadiran Vape di Indonesia mulai menjadi tren tepatnya tahun 2009. Meskipun tidak langsung banyak diminati namun seiring perkembangan waktu lambat laun vape menjadi semakin dikenal dikarenakan efek sampingnya yang lebih rendah dibandingkan dengan rokok konvensional. Maka tak heran jika vape mudah diterima di Indonesia. Masuknya rokok elektronik di Indonesia berawal dari para pelancong yang baru pulang dari luar negeri dan membawa masuk alat ini. Dan sejak itu semakin banyak permintaan impor produk vape ke Indonesia.

Mulai 1 juli 2018 pemerintah menerapkan kebijakan cukai rokok elektrik yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan nomor 146/PMK.010/2017 tentang Tarif Cukai Tembakau. Sesuai Peraturan Menteri Keuangan tersebut Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) atau vape dikenakan tarif cukai sebesar 57% dari Harga Jual Eceran yang diajukan oleh Pengusaha Pabrik hasil tembakau atau importir.

Indonesia bukanlah satu-satunya negara yang akan mengenakan pungutan cukai terhadap rokok elektrik, berikut ini merupakan beberapa negara yang juga melakukan pengenaan pajak terhadap rokok elektrik dan sejenisnya :

  1. Inggris, Skotlandia, Irlandia Utara dan Wales mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 20% terhadap rokok elektrik yang dikenakan konsumen, namun jika diatur sebagai obat-obatan makan hanya dikenakan PPN sebesar 5%.
  2. Pajak Liquid Cigarette di Italia untuk tahun 2017 adalah 0,393 Euro per ml. Nilai tersebut terkait dengan Weighted Average Price (WAP) dari rokok tembakauyang dihitung setiap tahun. Sementara untuk final retail price dikenakan PPN sebesar 22%.
  3. Latvia mengenakan pajak e-liquid sebesar 0,01 Euro per ml dan sekitar 0,005 Euro per 1 mg nikotin. Sementara untuk final retail price dikenakan PPN sebesar 21%.
  4. Portugal mengenakan cukai liquid cigarette sebesar 0,30% per ml pada tahun 2017.
  5. Korea mengenakan pungutan cukai yang sebanding dengan pajak dan retribusi (promo kesehatan nasional, konsumsi tembakau, pendidikan lokal dan pajak konsumsi individu) terhadap e-cigarette yang mengandung nikotin senilai 1,779 won/ml cairan nikotin. Selain itu ada biaya limbah 24 won/20 catridge dan 10% PPN.
  6. Togo mengenakan pungutan cukai terhadap e-cigarette dikenai bea/biaya dan tidak memenuhi syarat untuk pengecualian pajak dengan batas tertinggi 45%.

 

sumber : Warta Bea Cukai Edisi Juli 2018




   Hak Cipta KPPBC TMP B Bandar Lampung @ 2016
Jl. Yos Sudarso Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung 35241