Jalan Yos Sudarso, Pelabuhan Panjang – Bandar Lampung 35241
(+62-821) 8308 9999

Apresiasi Kontribusi di Masa Pandemi, Gubernur Lampung Beri Penghargaan Kepada Bea Cukai Lampung

Bandar Lampung, 16 September 2020. Sebagai salah satu Institusi Strategis di Lingkungan Kementerian Keuangan, Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC)  mengemban tugas dan fungsi sebagai Revenue Collector untuk mengumpulkan penerimaan negara di bidang Kepabeanan dan Cukai. Di samping itu, DJBC juga memiliki fungsi sebagai Community Protector untuk melindungi masyarakat dari masuk dan beredarnya barang-barang ilegal yang dilarang dan dibatasi oleh Pemerintah dalam rangka menjaga kestabilan ekonomi, mencegah dampak negatif bagi kesehatan masyarakat dan menjaga pertahanan keamanan negara.

Sebagai garda terdepan DJBC dalam pelayanan dan pengawasan DJBC di Provinsi Lampung, Bea Cukai Lampung senantiasa melakukan peningkatan kualitas pelayanan dan pengawasan. Di tengah pandemi Covid-19, Bea Cukai Lampung turut serta menjaga kestabilan perekonomian dengan memberi fasilitas fiskal dan kemudahan Impor Barang kepada importir untuk Keperluan Penanganan Covid-19 di Wilayah Provinsi Lampung. Penyesuaian prosedur serta optimalisasi pelayanan secara online gencar dilakukan Bea Cukai Lampung dalam rangka pencegahan penularan Covid-19, sekaligus mempercepat birokrasi pengurusan pelayanan di Bidang Kepabeanan dan Cukai.

Atas kontribusi dalam pemberian fasilitas fiskal dan kemudahan Impor Barang untuk Keperluan Penanganan Covid-19 di Wilayah Provinsi Lampung, Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, memberikan piagam penghargaan kepada Bea Cukai Lampung. Penghargaan tersebut disampaikan kepada Kepala KPPBC TMP B Bandar Lampung, Esti Wiyandari, pada kegiatan Pemusnahan Barang Milik Negara Hasil Penindakan yang diadakan Bea Cukai Lampung, di gudang Tempat Penimbunan Pabean PT Fortuna Mulia Indonesia.

Dalam sambutannya, Gubernur mengucapkan terima kasih kepada Bea Cukai Lampung yang dari tahun ke tahun senantiasa melakukan peningkatan pengawasan terhadap peredaran barang impor ekspor dan barang kena cukai ilegal di wilayah Provinsi Lampung. Hal tersebut dianggap selaras dengan program Pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat terhadap barang-barang berbahaya. Di sisi lain, pengawasan ini akan berdampak pada peningkatan penerimaan negara serta peningkatan pertumbuhan perekonomian, khususnya di Wilayah Provinsi Lampung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *