Jalan Yos Sudarso, Pelabuhan Panjang – Bandar Lampung 35241
(+62-821) 8308 9999

Ayo Gabung Kawasan Berikat Mandiri, Efisiensi dalam Mengawasi

Bandar Lampung (13/03/2020) – Dalam rangka mengenalkan fasilitas Kawasan Berikat Mandiri (KBM), Bea Cukai Bandar Lampung mengadakan sosialisasi terkait Kawasan Berikat Mandiri kepada 10 perusahaan kawasan berikat yang berada di bawah pengawasan KPPBC TMP B Bandar Lampung yang memiliki potensi untuk mendapatkan fasilitas tersebut. Dalam kesempatan sebelumnya, Bea Cukai Bandar Lampung telah melaksanakan studi banding ke Kawasan Berikat Mandiri yang berada di bawah pengawasan KPPBC TMP A Bogor.

Dalam sambutannya, Esti Wiyandari menyampaikan bahwa Kawasan Berikat Mandiri merupakan salah satu inisiatif strategis dari DJBC menuju efisiensi pengelolaan kawasan berikat yang saat ini sudah di realisasikan di beberapa kantor pelayanan, salah satunya adalah KPPBC TMP A Bogor. Maka untuk mendukung sosialisasi ini, Bea Cukai Bandar Lampung juga turut mengundang narsumber dari KPPBC TMP A Bogor dan Direktorat Fasilitas Kepabeanan Kantor Pusat DJBC agar para peserta sosialisasi bisa mendengar langsung dari sumbernya dan juga melakukan sharing mengenai bagaimana fasilitas Kawasan Berikat Mandiri itu.

Selain itu juga dilakukan penyampaian materi oleh Arief Heru Apriliadi Richard selaku Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai V, Budi Kristanto selaku Kepala Evaluasi dan Harmonisasi Fasilitas TPB, dan Haryo Sendiko selaku Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC TMP A Bogor terkait layanan dan kewajiban sebagai kawasan berikat mandiri, apa saja persyaratan yang diperlukan, alur proses pembentukan kawasan berikat mandiri pada KPPBC TMP A Bogor, benefit indicator setelah menjadi KBM sampai dengan permasalahan yang muncul.

Setelah penyampaian materi, acara juga turut diramaikan ice breaking dengan mengikuti video Tiktok yang diikuti oleh seluruh peserta dan juga para pejabat yang hadir. Acara diakhiri dengan penyampaian testimoni dari dua perusahaan kawasan berikat yaitu PT Phillips Seafood Indonesia dan PT Bumi Menara Internusa dikarenakan salah satu kantor cabang perusahaan tersebut sudah menjadi kawasan berikat mandiri. Dalam testimoninya disampaikan bahwa jangan ragu untuk menjadi kawasan berikat mandiri karena banyak kemudahan yang dirasakan mulai dari proses yang lebih cepat, perizinan yang lebih mudah dan efisien. Pihaknya juga menyampaikan bahwa perusahaan yang ada di Lampung ini telah siap apabila ditetapkan menjadi kawasan berikat mandiri.

Diharapkan dengan sosialisasi ini mampu membuka wawasan bagi perusahaan bahwa fasilitas kawasan berikat mandiri ini memberikan banyak kemudahan dan kedepannya dari 10 perusahaan kawasan berikat di Lampung yang sudah berstatus jalur hijau diharapkan bisa menjadi kawasan berikat mandiri. Bea Cukai Makin Baik untuk Indonesia Maju.

One Response

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *