Jalan Yos Sudarso, Pelabuhan Panjang – Bandar Lampung 35241
(+62-821) 8308 9999

Bea Cukai Lampung Hadiri Kunjungan Kerja Menteri ke Sentra Produksi Pisang

Bandar Lampung (28/02/2021) – Dukung sektor Koperasi dan UKM, Bea Cukai Lampung ikut menghadiri acara Kunjungan Kerja dua Menteri Republik Indonesia di Sentra Produksi Pisang milik Koperasi Tani Hijau Makmur, yang berlokasi di Kabupaten Tanggamus. Dua menteri tersebut yaitu Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil. Acara yang juga dihadiri oleh Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi ini dilaksanakan atas kerja sama Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus dan PT Great Giant Pineapple (PT GGP) yang merupakan pembina dari Koperasi Tani Hijau Makmur, yang juga salah satu penerima fasilitas Kawasan Berikat oleh Bea Cukai Lampung. Acara digelar pada 28 Februari 2021, pukul 10.00 WIB.

Teten Masduki menjelaskan, kunjungan kerja ini dilaksanakan dengan tujuan untuk melakukan studi lapangan mengenai model kemitraan antara perusahaan dengan koperasi, dalam rangka memroduksi dan memasarkan produk unggulan asal Kabupaten Tanggamus, yaitu Pisang Mas. Karena komoditi Pisang Mas telah berhasil menembus pasar ekspor, model kemitraan yang terjalin antara PT GGP dan Koperasi Tani Hijau Makmur dianggap menarik untuk ditelisik dan dipelajari, sembari mencari apakah masih ada kekurangan dalam realisasinya. Sofyan Djalil mengatakan, model kemitraan ini sudah berproses dengan baik, dan diharapkan dapat diterapkan di wilayah lain di Indonesia.

Corporate Affair PT. GGP, Welly Soegiono dalam laporannya mengatakan bahwa perusahaannya telah bermitra dengan petani pisang mas di Kabupaten Tanggamus dengan konsep sharing value sejak tahun 2017. Welly menyatakan, di Tanggamus terdapat 400 hektare lahan pisang mas yang tersebar di tujuh kecamatan dengan 10 packing house, dengan total ada 800 orang petani yang dibina. Welly menyampaikan apresiasi kepada Bea Cukai Lampung yang telah memberi fasilitas tempat penimbunan berikat. Pelaksanaan skema subkontrak yang memperoleh penangguhan Bea Masuk, dan Pajak dalam rangka impor dapat secara efektif memangkas biaya produksi sehingga dapat meningkatkan produktifitas petani dan koperasi, serta meningkatkan ekspor di pasar internasional. Semoga sinergi antara pemerintah, perusahaan, koperasi, dan petani terus tumbuh dan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya di Provinsi Lampung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *