Jalan Yos Sudarso, Pelabuhan Panjang – Bandar Lampung 35241
(+62-821) 8308 9999

Bincang Hangat dengan Penyumbang Penerimaan Negara di Provinsi Lampung

Bandar Lampung, 20 Februari 2020. Customs Visit Customers (CVC), kegiatan rutin Bea Cukai Bandar Lampung berupa kunjungan langsung ke lokasi perusahaan dalam rangka peningkatan kualitas layanan kepada pengguna jasa. Kegiatan diisi dengan paparan proses bisnis oleh perusahaan dan dilanjutkan dialog terkait feedback layanan Bea Cukai Bandar Lampung. Sederhananya, kegiatan ini adalah perkenalan lebih dekat antara kedua belah pihak.

Kali ini Bea Cukai Bandar Lampung berkesempatan mengunjungi PT Austasia Stockfeed, satu-satunya perusahaan breeding dan fattening khusus daging wagyu di Provinsi Lampung. PT Austasia Stockfeed berlokasi di Dusun Bawang Tijang, Desa Negara Batin, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur. Perusahaan dengan 280 pegawai tetap dan beberapa buruh lepas ini berdiri di lahan seluas 426 hektar yang terdiri dari area kantor, area kandang, serta area lapang untuk tanaman pakan. PT Austasia Stockfeed merupakan salah satu penggerak perekonomian utama di daerah tersebut karena hampir seluruh pekerja adalah warga masyarakat sekitar, dan menjalin kemitraan dengan warga setempat untuk penyediaan pakan ternak. Juga, PT Austasia Stockfeed merupakan salah satu penyumbang terbesar penerimaan negara bidang impor di Provinsi Lampung.

Pola pemeliharaan di PT Austasia Stockfeed terdiri dari pemeliharaan intensive (secara penuh di dalam kandang tertutup) dan semi-intensive (di dalam kandang tertutup dan di area terbuka). Pemeliharaan intensive diberlakukan untuk sapi-sapi yang telah lepas dari induk dan masuk proses penggemukan. Sementara, pemeliharaan semi-intensive diberlakukan untuk sapi-sapi yang sedang mengandung dan anakan yang menyusu pada induknya yaitu sampai dengan usia 90 hari. Jumlah populasi sapi per 20 Februari 2020 sebanyak 12.603 ekor yang terdiri dari 7.753 ekor sapi breeding dan 4.850 ekor sapi fattening dengan jumlah yang terus bertambah. Sapi-sapi sebagian besar dihasilkan dari proses breeding murni oleh perusahaan dan sisanya merupakan sapi impor dari Australia.

Lampung merupakan daerah penghasil budidaya perternakan sapi terbesar di Indonesia, khususnya sapi pedaging. Lahan luas dan tersedia pakan yang cukup menjadi faktor utama keberhasilan pengembangan industri ini. Melalui kemudahan dari Bea Cukai Bandar Lampung salah satunya pemberian fasilitas eigen losing, diharapkan industri peternakan sapi di Lampung semakin berkembang dalam jumlah produksi yang dihasilkan maupun jumlah tenaga kerja yang terserap. Harapan jangka panjangnya, hasil produksi daging sapi di Lampung tidak hanya memenuhi permintaan pasar dalam negeri tetapi juga mampu bersaing dengan Amerika, Australia, bahkan Jepang di pasar ekspor dunia. Bea Cukai dengan misinya sebagai industrial assistance siap sebagai fasilitator dan mendukung kemajuan industri dalam negeri demi mewujudkan Indonesia Maju. Bea Cukai Makin Baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *