Jalan Yos Sudarso, Pelabuhan Panjang – Bandar Lampung 35241
(+62-821) 8308 9999

Genjot Pemulihan Ekonomi, Bea Cukai Lampung Adakan Diskusi Kebijakan Defisit Anggaran

Bandar Lampung, 16 September 2020. Dipimpin Kepala Kantor, Bea Cukai Lampung adakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Kebijakan Defisit Anggaran. Kegiatan FGD rutin diadakan tiga bulan sekali dalam rangka memberikan ruang diskusi kepada seluruh Pegawai mengenai isu-isu terbaru yang mungkin dapat memberikan dampak terhadap kebijakan terkait pemberian layanan dan pelaksanaan pengawasan oleh Bea Cukai Lampung. FGD diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan Bea Cukai Lampung dan diadakan secara daring sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kasus Covid-19 secara global terus tereskalasi di tengah relaksasi ataupun normalisasi, termasuk di Indonesia. Angka penyebaran Covid-19 di Indonesia masih menunjukkan ketidakpastian dan terus meningkat. Pandemi ini membawa ekonomi Indonesia dan dunia pada situasi yang buruk. Kabar baiknya, pada kuartal ketiga tahun 2020, ekonomi Indonesia menunjukkan tanda-tanda pemulihan akibat relaksasi PSBB serta optimalisasi bauran kebijakan institusi pemerintah melalui realokasi anggaran serta pemberian stimulus fiskal dalam rangka penanganan Covid-19 di berbagai bidang.

Dalam kondisi seperti ini, kebijakan untuk memperlebar defisit anggaran dapat membantu pemulihan ekonomi, penciptaan kesempatan kerja serta pengurangan tingkat kemiskinan. Reformasi harus gencar dilakukan di bidang kesehatan, perlindungan sosial, pendidikan, industri, TKDD, perpajakan dan penganggaran. Di bidang kepabeanan dan cukai, ekstensifikasi barang kena cukai serta pemberian fasilitas fiskal terkait perdagangan Internasional yang tepat sasaran akan menjadi fokus utama.

Dari diskusi ini, Pegawai Bea Cukai Lampung sepakat berkomitmen untuk terus melakukan optimalisasi percepatan pelayanan, pemberian kemudahan impor, serta pemberian fasilitas fiskal yang tepat guna, untuk menjaga kestabilan perekonomian dalam negeri. Di sisi lain, pengawasan peredaran barang impor ekspor serta barang kena cukai pun akan terus ditingkatkan dalam rangka melindungi masyarakat dari bahaya yang dapat ditimbulkan dari segi kesehatan maupun ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *