Jalan Yos Sudarso, Pelabuhan Panjang – Bandar Lampung 35241
(+62-821) 8308 9999

Kunjungi GGP Bersama Menko Perekonomian

Bandar Lampung, 30 Agustus 2019. Kawasan Berikat Hortikultura sedang naik daun di akhir-akhir ini. Hal ini disebabkan oleh salah satu perusahaan penerima kawasan berikat di wilayah kerja Bea Cukai Lampung yaitu PT GGP (Great Giant Pineapple) yang sedang gencar-gencarnya mengimplementasikan Kawasan Berikat (KB) Hortikultura ini yang sangat didukung oleh Kementerian Kooridinator Bidang Perekonomian, Kemeterian Keuangan, Kementerian Pertanian, dan Pemerintah-pemerintah daerah.

Asisten Deputi Agrobisnis Kemenko Perekonomian, Yuli Sri Wilanti mengatakan bahwa percepatan implementasi ini sudah ditahap selanjutnya dari yang sebelumnya telah dilakukan di Madiun 12 Agustus yang lalu dengan bermitra dengan PT GGP. “tujuan dari seluruh rangkaian ini adalah untuk meningkatkan pasar yang berorientasi ekspor yang berefek pada peningkatan devisa negara, dan dapat meningkatkan ekonomi daerah yang berpotensi untuk dikembangkan hortikulturanya”, ujarnya.

Terdapat Kota/Kabupaten yang memiliki potensi hortikultura di Indonesia. Kabupaten/Kota tersebut antara lain rata-rata dari Provinsi Jawa Timur seperti Kota Madiun, Kab. Madiun, Blitar, Bondowoso, Magetan, Pacitan, Ponorogo, dan Nganjuk. Terdapat juga dari Pulau Sumatera seperti Mandailing Natal (Sumut), Humbang Hasundutan (Sumut), Bener Meriah (Aceh), dan Lingga (Riau), serta Kabupaten Jembrana (Bali). Sampai saat ini, Kota/Kabupaten yang telah siap untuk melaksanakan penanaman hortikultura adalah Kabupaten Jembrana (Bali), Blitar (Jatim), dan Bener Meriah (Aceh).

Direktur Government Relations and External Affair PT GGP, Welly Soegiono dalam sambutannya mengatakan bahwa pengembangan hortikultura ini sangat penting untuk dikembangkan. Beliau juga mengatakan bahwa untuk program ini PT GGP akan mendampingi petani dari awal penanaman sampai dengan tahap pemanenan serta sampai dengan proses pemasaran. “Petani menyiapkan lahan, kita beri bibit dan panduan penanaman serta koordinator di lapangan agar produk yang nantinya dihasilkan oleh petani dapat berkualitas ekspor” katanya. Komoditas yang akan diolah secara hortikultura adalah mulai dari pisang, manggis dan juga nanas.

Bea Cukai Lampung sebagai pemberi fasilitas untuk PT GGP hanya menyampaikan bahwa untuk pelaksanaan teknisnya BC 2.6 harus tetap tertib, dan disarankan untuk di daerah di luar Provinsi Lampung agar dapat membentuk kawasan berikat hortikultura di tempat yang bersangkutan dan melaksanakan subkontraknya (BC2.6) dengan Kantor Bea Cukai setempat. Bea Cukai Makin Baik.

Gallery

wm6 wm5 wm4 wm3 wm2 wm1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *