Jalan Yos Sudarso, Pelabuhan Panjang – Bandar Lampung 35241
(+62-821) 8308 9999

Langkah Nyata Bea Cukai Lampung Mendukung UMKM Siap Ekspor

Langkah Nyata Bea Cukai Lampung Mendukung UMKM Siap Ekspor

(penulis Randy Abdi Fatah)

Sebagai garda terdepan dalam memberikan asistensi kepada industri dalam negeri dan memfasilitasi perdagangan internasional, Bea Cukai Lampung turut andil dalam mendukung dan mengimplementasikan program pemerintah di bidang perekonomian khususnya perdagangan internasional. Upaya ini dilakukan untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi COVID-19 dan mewujudkan kemajuan industri kecil dan menengah yang ada di Provinsi Lampung. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pernah mengungkapkan bahwa UMKM memainkan peran penting dalam meningkatkan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja. Hal ini terbukti berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2023, sektor UMKM memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 61%, atau senilai dengan Rp9.580 triliun. Tidak hanya itu, kontribusi UMKM terhadap penyerapan tenaga kerja pun cukup signifikan, yaitu mencapai sebesar 97% dari total tenaga kerja.

Oleh karena itu, perlu adanya aksi nyata dan program yang tepat untuk mendukung UMKM meningkatkan partisipasinya dalam rantai pasok dunia. Bea Cukai Lampung sebagai salah satu kantor vertikal Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membuktikan perannya dengan melakukan kolaborasi bersama instansi terkait di daerah dan juga bekerja sama dengan berbagai komunitas UMKM yang ada di Provinsi Lampung, sebagai contoh yaitu unit vertikal Kementerian Keuangan di Provinsi Lampung (Kemenkeu Satu Lampung), Dinas Koperasi dan UKM, serta Youth Export Community (YEC) Lampung. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah awal untuk mengumpulkan data dan informasi terkait UMKM berorientasi ekspor yang ada di Provinsi Lampung dan memudahkan Bea Cukai Lampung melakukan pembinaan kepada UMKM mana saja yang siap menjual produknya ke luar negeri.

 

Langkah awal tersebut mebuahkan hasil nyata. Bea Cukai Lampung berhasil mendorong salah satu UMKM yang ada di Provinsi Lampung untuk melakukan ekspor perdana, yaitu CV Putra Haryanto Jaya. Tepat pada tanggal 15 Juni 2023, CV Putra Haryanto Jaya melakukan ekspor perdana produknya ke Vietnam dengan jumlah barang sebanyak 26 MT (metrik ton) produk rumput laut jenis Gracilaria sp. Nilai ekspor atas produk rumput laut tersebut diperkirakan USD18.426 atau setara Rp276 juta dan akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan cat, lem, dan kosmetik di negara tujuan. Produk ekspor tersebut diberangkatkan langsung dari Pelabuhan Panjang, Provinsi Lampung dengan tujuan Pelabuhan Haipong, Vietnam. Sebagai informasi, bahwa CV Putra Haryanto Jaya merupakan UMKM binaan Kemenkeu Satu Lampung yang berada di Desa Karang Ayu, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus. UMKM ini memperdayakan 5 kelompok petani rumput laut dengan total lahan produksi yang dikelola seluas 102 hektar dan total kapasitas produksi secara keseluruhan sebesar 52 MT/bulan serta menyerap banyak tenaga kerja lokal yang ada di Kabupaten Tanggamus. Dalam press conference di acara pelepasan ekspor perdana tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wiayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Bagian Barat, Bapak Sugeng Apriyanto menyampaikan pesan bahwa Kementerian Keuangan Satu Provinsi Lampung memastikan, menjamin, mendukung dan berkolaborasi dengan instansi serta pemerintah daerah terkait, untuk adanya ekspor yang berkesinambungan, tidak hanya produk UMKM rumput laut saja kedepannya. Kemudian beliau melanjutkan bahwa kegiatan ekspor berperan sangat penting khususnya di Provinsi Lampung dan Bea Cukai berkomitmen untuk melakukan pendampingan secara menyeluruh sehingga UMKM dapat menembus pasar ekspor, kemudian berkontribusi meningkatkan angka ekspor UMKM secara nasional.

   

Aksi nyata mendukung UMKM tidak berhenti disitu. Sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Sugeng Apriyanto, semangat mendukung UMKM go export akan terus berlanjut. Langkah nyata yang dilakukan Bea Cukai Lampung kali ini adalah melakukan sosialisasi ke berbagai kelompok UMKM yang ada di Provinsi Lampung. Dalam rangka pelaksanaan program Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yaitu pekan UMKM (UMKM Week), Bea Cukai Lampung menggelar sosialisasi dengan tema “Bea Cukai Kawan UMKM” kepada UMKM binaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kantor UPTD Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT). Materi sosialisasi yang disampaikan dalam acara tersebut adalah peran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam membantu UMKM, Tatalaksana Ekspor, dan Fasilitas Kepabeanan yang dapat digunakan oleh pelaku UMKM untuk menjual produknya ke luar negeri. Kegiatan sosialisasi kepada UMKM binaan Dinas Koperasi dan UKM berlanjut. Sosialisasi berikutnya diadakan di Balai Diklat Koperasi Provinsi Lampung dengan format acara berupa Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas Bagi UMK. Narasumber dalam kegiatan ini adalah tiga orang perwakilan dari agen fasilitas Bea Cukai Lampung yang memaparkan mengenai dokumen ekspor, pemuatan barang ekspor, serta proses pengiriman barang ekspor LCL dan FCL. Para pegiat UMKM sangat antusias dalam setiap kegiatan sosialisasi yang disampaikan oleh Bea Cukai Lampung. Antusiasme belajar yang ditujukan para pelaku UMKM menjadi booster semangat bagi Bea Cukai Lampung untuk terus berkinerja mendukung UMKM.

Realisasi atas kolaborasi bersama dengan berbagai instansi di Provinsi Lampung semakin menguat dan berdampak luas. Pada kuartal keempat tahun 2023, Bea Cukai Lampung bersama Kemenkeu Satu Lampung menyelenggarakan UMKM Expo. Acara ini diselenggaran di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumatera Bagian Barat dengan mengundang Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara sebagai perwakilan pemerintah pusat dan Gubernur Lampung, Arinal Junaidi sebagai perwakilan dari pemerintah daerah. Kegiatan ini dirancang khusus untuk memajukan dan memberdayakan UMKM di Provinsi Lampung dengan agenda kegiatan yaitu sosialisasi peraturan Kepabeanan dan Cukai, Pembiayaan UMKM melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP), Talkshow sertifikasi halal produk UMKM, dan pemberian apresiasi kepada UMKM yang berpartisipasi dalam acara tersebut. Kemudian, kegiatan lain yang diselenggaran dalam UMKM Expo ini adalah pelepasan ekspor terhadap produk-produk UMKM, antara lain produk Keripik Pisang sebanyak 4,86 ton ke Malaysia dari UMKM Rafin Snack, produk Batik Lampung dengan total berat 6,3 kilogram ke Belanda dari UMKM Gabovira dan Kahut Sigerbori, dan produk Pisang Emas sebanyak 25,76 ton ke Oman dan Singapura dari UMKM Koperasi Tani Hijau Makmur. Kegiatan lain yang tidak kalah penting adalah penandatanganan kesepakatan business matching berupa kontrak penjualan hasil produksi UMKM hasil bumi dengan PT Great Giant Pineapple senilai Rp17 miliar di tahun 2024. Kesepakatan ini akan menjadi trigger kesepakatan-kesepakatan lainnya yang akan mendukung UMKM memasarkan produknya ke luar negeri. Kedepannya diharapkan kegiatan tersebut berlanjut dan menjadi pemantik semangat UMKM di Provinsi Lampung untuk menciptakan keunggulan kompetitif dan dapat bersaing di pasar internasional.

Semua langkah yang dilakukan oleh Bea Cukai Lampung tersebut dilakukan dengan tulus, ikhlas dan optimis sebagai pertanggungjawaban sebagai abdi negara yang senantiasa siap melayani masyarakat di garda terdepan perdagangan internasional. Lebih dari itu, diharapkan setiap upaya yang dilakukan Bea Cukai untuk mendukung UMKM dapat menjadi jalan setapak mewujudkan cita-cita besar pendiri bangsa yaitu kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan berdiri di atas kaki sendiri (berdikari) dalam bidang perekonomian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.