Jalan Yos Sudarso, Pelabuhan Panjang – Bandar Lampung 35241
(+62-821) 8308 9999

Menindaklanjuti Perkara Peredaran Rokok Ilegal, Penyidik Bea Cukai Serahkan Tersangka dan Barang Bukti ke Kejaksaan Negeri Bandar Lampung

Bandar Lampung (05/05/2021). Bertempat di Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, penyidik Bea dan Cukai Bandar Lampung yang dipimpin oleh Fobby Trisunarso selaku Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) ke Kejaksaan Negeri Bandar Lampung. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut setelah terbitnya pemberitahuan bahwa berkas perkara telah dinyatakan lengkap (P21) dari Kejaksaan Tinggi Lampung.

Dalam perkara ini, telah ditetapkan inisial AS sebagai tersangka. Tersangka AS diduga melakukan pelanggaran Pasal 54 dan/atau Pasal 56 Undang-Undang No. 11 Tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No.39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No.11 Tahun 1995 tentang Cukai.

Penanganan perkara ini merupakan tindak lanjut dari penindakan yang dilakukan pada tanggal 5 Maret 2021. Bea Cukai Lampung mendapatkan informasi mengenai adanya pengiriman rokok illegal di wilayah Langkapura, Bandar Lampung dan segera menurunkan tim yang kemudian berhasil mengamankan Sdr. AS dan mendapati adanya Barang Kena Cukai jenis Hasil Tembakau (rokok) illegal dengan jumlah sebanyak 123.162 (seratus dua puluh tiga ribu seratus enam puluh dua) batang. Setelah dilakukan pendalaman terhadap Sdr. AS diperoleh informasi bahwa masih terdapat pengiriman rokok illegal melalui ekspedisi yang kemudian juga dilakukan penindakan dan didapati barang kena cukai (rokok) dengan jumlah 150.000 (seratus lima puluh ribu) batang.

Dari penindakan ini jumlah barang kena cukai hasil tembakau (rokok) yang berhasil diamankan adalah sebanyak 273.162  (dua ratus tujuh puluh tiga ribu seratus enam puluh dua) batang dengan total perkiraan nilai barang sebesar Rp 278.625.240 (dua ratus tujuh puluh delapan juta enam ratus dua puluh lima ribu dua ratus empat puluh rupiah) dan potensi kerugian Negara sebesar Rp 183.105.951 (seratus delapan puluh tiga juta seratus lima ribu sembilan ratus lima puluh satu rupiah).

Setelah dilaksanakannya kegiatan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II), tersangka akan menjalani proses persidangan. Penyidikan perkara ini merupakan salah satu bentuk komitmen Bea Cukai Bandar Lampung dalam menegakkan Undang-Udang Cukai yang berlaku. Penegakkan hukum tersebut diharapkan dapat memberantas peredaran rokok illegal yang ada di Indonesia dan juga menghindari kerugian negara akibat pelanggaran di bidang Cukai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *