Jalan Yos Sudarso, Pelabuhan Panjang – Bandar Lampung 35241
(+62-821) 8308 9999

Sinergi Bea Cukai Bandar Lampung Gagalkan Peredaran Barang Kena Cukai Ilegal melalui Jasa Pengiriman Barang

Bandar Lampung, (19/10/2022) – Dalam rangka operasi gempur, Bea Cukai Bandar Lampung berhasil mengungkap modus peredaran 2 Juta batang rokok ilegal dan 16,6 liter miras ilegal melalui jasa pengiriman barang. Operasi yang dilaksanakan pada 10 s.d. 14 Oktober 2022 merupakan operasi sinergi Bea Cukai Bandar Lampung dengan tim dari Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai Pusat dan Denpom AD Lampung. Selain itu, pada operasi kali ini Bea Cukai Bandar Lampung juga bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan jasa pengiriman barang yang ada di Provinsi Lampung. Potensi kerugian negara yang berhasil diamankan pada kegiatan kali ini adalah sebesar 1,5 miliar rupiah.

Kegiatan operasi gabungan dilakukan dengan memeriksa beberapa gudang ekspedisi dari perusahaan jasa pengiriman barang di wilayah Bandar Lampung. Dalam pelaksanaan operasi ini, tim berhasil menindak 49 resi pengiriman barang kena cukai ilegal ke wilayah Provinsi Lampung. Dari beberapa pengiriman tersebut, didapati 1 juta batang rokok dan 16,6 liter miras yang tidak dilekati dengan pita cukai.  Potensi kerugian negara yang berhasil diamankan atas penindakan ini adalah sebesar 764 juta rupiah.

Kegiatan operasi berikutnya diawali dengan adanya informasi pengiriman barang yang diduga rokok ilegal melalui perusahaan jasa pengiriman barang. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim gabungan bertindak cepat ke lokasi dan mendapati penerima barang berinisal HDS yang sedang melakukan pembongkaran barang dari truk jasa titipan. Setelah dilakukan pemeriksaan, didapati adanya karton-karton berisi rokok ilegal yang tidak dilekati dengan pita cukai. Dari hasil penindakan ini, tim gabungan berhasil mengamankan barang bukti berupa 994 ribu batang rokok ilegal yang tidak dilekati dengan pita cukai. Potensi kerugian negara yang berhasil diamankan atas penindakan kali ini adalah sebesar 760 juta rupiah.

Seluruh barang bukti dan pelaku berinisial HDS dibawa ke Kantor Bea Cukai Bandar Lampung untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pelaku diduga melanggar Pasal 54 dan/atau 56 UU Nomor 11 Tahun 1995 UU tentang Cukai sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 39 Tahun 2007 dan terancam dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Esti Wiyandari, Kepala Kantor Bea Cukai Bandar Lampung, menyampaikan ”Kami mengucapkan terimakasih atas sinergi dan kerja sama yang selama ini terjalin dengan aparat penegak hukum lainnya dan perusahaan jasa titipan dalam memberantas peredaran rokok ilegal.” Semakin banyaknya modus yang digunakan pelaku dalam mengedarkan barang kena cukai ilegal, menuntut petugas untuk lebih waspada dalam mengawasi. Maka dari itu, Bea Cukai Bandar Lampung terus berupaya untuk meningkatkan pengawasan peredaran barang ilegal khususnya yang berada di wilayah Provinsi Lampung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.