Jalan Yos Sudarso, Pelabuhan Panjang – Bandar Lampung 35241
(+62-821) 8308 9999

Sinergi. Bea Cukai Lampung Serahkan 2 Perkara Cukai Sekaligus ke Kejaksaan

Bandar Lampung (13/04/22) – Terhitung kurang dari 30 hari sejak penindakan, Tim Penyidik Bea Cukai Lampung menyerahkan tersangka dan barang bukti atas 2 (dua) berkas perkara pelanggaran di bidang cukai ke Kejaksaan Negeri Bandar Lampung pada 13 April 2022. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut setelah terbitnya pemberitahuan bahwa berkas perkara telah dinyatakan lengkap (P21) dari Kejaksaan Tinggi Lampung. Berkas perkara pertama pada 07 April 2022 dan berkas perkara kedua pada 11 April 2022. Kedua perkara ini merupakan hasil dari kegiatan sinergi penindakan bersama antara Bea Cukai Lampung dan Kanwil DJBC Sumbagbar.

Kepala Kantor Bea Cukai Lampung, Esti Wiyandari, mengungkapkan “Pada 2 perkara tersebut, kami menyerahkan 2 orang tersangka serta barang bukti berupa 1.190.600 batang rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai dengan berbagai merk. Jutaan batang rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai ini berpotensi merugikan negara senilai Rp 953.986.000”

 

 

Penanganan perkara tersebut merupakan hasil Sinergi Penindakan bersama antara Bea Cukai Lampung dan Kanwil DJBC Sumbagbar. Pada 18 Maret 2022, Tim Gabungan berhasil menemukan target operasi di Jalan Bukit Kemiling Permai yang kemudian dilanjutkan dengan penghentian dan pemeriksaan muatan. Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap muatan sarana pengangkut tersebut, ditemukan sebanyak 1.100.000 batang rokok ilegal yang diangkut menggunakan truk. Selanjutnya pada 23 Maret 2022. Tim Gabungan kembali berhasil menemukan target operasi di Kedamaian, Bandar Lampung. Ketika diperiksa, pelaku mengangkut sejumlah 90.600 batang rokok ilegal yang diangkut menggunakan mobil box.

Dalam 2 (dua) perkara ini, telah ditetapkan inisial M dan S sebagai tersangka. Tersangka M dan S diduga melakukan pelanggaran Pasal 54 dan/atau Pasal 56 Undang-Undang No. 11 Tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No.39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No.11 Tahun 1995 tentang Cukai jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

Setelah dilaksanakannya kegiatan penyerahan tersangka dan barang bukti, tersangka akan menjalani proses persidangan.  Dengan sinergi yang baik ini diharapkan dapat meningkatkan pengawasan terhadap pelaku tindak pidana terutama di bidang cukai. Penanganan perkara pelanggaran di bidang cukai ini merupakan bentuk komitmen Bea Cukai Lampung dalam menegakan hukum di bidang cukai. Selain itu, penanganan perkara ini diharapkan dapat memberi efek jera kepada para pelaku pelanggaran cukai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.