Jalan Yos Sudarso, Pelabuhan Panjang – Bandar Lampung 35241
(+62-821) 8308 9999

Tingkatkan Sinergi dan Pelayanan Melalui Focus Group Discussion Bersama Importir Sapi

Bandar Lampung (07/02/2020) – Bertempat di Ruang Rapat Besar KPPBC TMP B Bandar Lampung, telah berlangsung acara Focus Group Discussion yang dihadiri oleh para importir sapi yang aktif melakukan kegiatan impor sapi di Pelabuhan Panjang. Acara turut dihadiri oleh Kepala Kantor Bea Cukai Bandar Lampung Esti Wiyandari, para kepala seksi, dan beberapa pejabat dari Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Barat.

Image may contain: 2 people, people sitting

Mengawali acara, Esti Wiyandari menyampaikan bahwa melalui acara ini dapat mendengar secara langsung mengenai proses bisnis dari para pelaku usaha dan diharapkan dapat menjadi sarana dalam berdiskusi supaya kedepannya Bea Cukai Bandar Lampung sebagai pelayan publik dapat memberikan pelayanan yang terbaik.

Image may contain: 3 people

Acara dilanjutkan dengan pemaparan proses bisnis dari beberapa perusahaan diantaranya yaitu Great Giant Livestock, Austasia Stockfeed, Santosa Agrindo, Juang Jaya Abdi Alam dan Andini Agro Loka. Dalam paparannya disampaikan bahwa Provinsi Lampung ini merupakan sentra peternakan, dilihat dari porsi impor sapi secara nasional di Lampung yaitu sebesar 41%. Selain itu disampaikan pula alur pengiriman dari eksportir di luar negeri ke importir di dalam negeri, yaitu diawali dengan adanya pemesanan, pengiriman, proses karantina sampai dengan pelepasan segel oleh petugas Bea Cukai.

Image may contain: 1 person, smiling, sitting and text

Dalam melakukan impor, peran Bea Cukai tak pernah lepas karena berkaitan dengan masuknya barang ke wilayah Indonesia. Impor sapi mendapat perhatian khusus yang tercantum dalam PMK Nomor 88 Tahun 2007 tentang izin bongkar dan penimbunan barang impor, dimana sapi merupakan makhluk hidup sehingga impornya memerlukan fasilitas eigen losing, yaitu importir dapat melakukan bongkar muat barang di luar Kawasan Pabean.

Image may contain: 2 people

Dalam alur impor, selain Bea Cukai, Karantina Hewan juga memiliki peran yang penting dalam proses karantina untuk memastikan bahwa semua hewan yang masuk ke wilayah Indonesia terbebas dari wabah penyakit yang dapat membahayakan keselamatan.

Image may contain: 3 people

Esti Wiyandari juga mengingatkan kembali kepada para importir supaya tidak menunda pembayaran karena adanya fasilitas ini (eigen losing). Karena sebagai revenue collector, ini merupakan hal yang sangat berarti untuk negara. “Help me to help you” ucap Esti Wiyandari sebagai penutup.

Image may contain: 2 people

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *