Peringatan Hari Oeang ke-73

Hari Uang Nasional diperingati setiap tahun pada tanggal 30 Oktober di seluruh Indonesia. Tahun 2019 merupakan peringatan ke-73 sejak ditetapkan pertama kali pada 1946 lalu.

Lahirnya mata uang mulai dari Oeang Republik Indonesia (ORI) hingga mata uang rupiah tidak bisa dilepaskan dari perjuangan panjang Negara Republik Indonesia. Pasca kemerdekaan republik Indonesia, uang tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah tetapi juga sebagai lambang utama negara merdeka. Pada 30 Oktober 1946 Oeang Republik Indonesia (ORI) resmi beredar dan menjadi mata uang pertama yang dimiliki Republik Indonesia.

 

Sejarah Hari Oeang

Setelah proklamasi dikumandangkan dan Indonesia resmi merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, pemerintah Republik Indonesia menilai bahwa Indonesia perlu mengeluarkan uang sendiri sebagai alat tukar.

Bagi pemerintah, perlunya mengeluarkan uang sendiri bukan hanya sekadar sebagai alat tukar saja, melainkan juga sebagai suatu lambang utama negara untuk memperkenalkan Indonesia pada negara lain. Meski Indonesia sudah lepas dari cengkeraman penjajahan Jepang, namun mata uang Jepang masih berlaku pada waktu itu.

Menteri Keuangan, Sjafruddin Prawiranegara adalah orang yang pertama kali mengusulkan agar pemerintah RI segera menerbitkan mata uang sendiri sebagai pengganti mata uang Jepang. Namun, karena keterbatasan dana, sarana prasarana dan tenaga ahli di bidang keuangan, usulan tentang pengeluaran mata uang sendiri tak langsung dilakukan.

Keadaan perekonomian Indonesia lantas memburuk karena adanya tindakan blokade laut Indonesia yang dilakukan Belanda. Hal ini menyebabkan Indonesia hanya bertumpu pada hasil pertanian saja. Belanda semakin menambah buruk keadaan dengan rencananya mengeluarkan mata uang baru yang akan semakin meningkatkan inflasi di Indonesia.

Pemerintah Indonesia tak tinggal diam. Pada tanggal 2 Oktober 1945, pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan maklumat yang berisi tentang tidak berlakunya uang NICA (Nederlandsch Indie Civil Administrative) di wilayah Indonesia.

Sebagai gantinya, pemerintah Indonesia untuk pertama kalinya mencetak dan meresmikan uang kertas Republik Indonesia pertama yang dikenal dengan Oeang Republik Indonesia (ORI). ORI baru diterbitkan setelah Indonesia merdeka selama satu tahun dua bulan. Pada 30 Oktober 1946, ORI resmi beredar di Indonesia. Satu hari sebelum diterbitkan secara resmi, Wakil Presiden RI, Mohammad Hatta menyampaikan pengumuman melalui Radio Republik Indonesia (RRI) di Yogyakarta.

Hari terbitnya ORI kemudian ditetapkan sebagai Hari Oeang Republik Indonesia atau sekarang dikenal sebagai Hari Keuangan Nasional diperingati setiap tanggal 30 Oktober sebagai pengingat bahwa kemunculan uang milik Indonesia merupakan alat pemersatu bangsa sekaligus sebagai lambang identitas kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia di mata dunia.

 

Momentum Hari Oeang saat ini

Momentum peringatan Hari Oeang ke-73 diharapkan mampu membangkitkan kesadaran akan pentingnya memperkuat kedaulatan negara melalui penguatan nilai mata uang rupiah. Masyarakat mungkin lebih bangga dengan menyimpan dalam bentuk mata uang asing, terlebih dengan adanya kemudahan teknologi kini membayar melalui aplikasi. Masyarakat seringkali lupa bahwa uang itu adalah bentuk kedaulatan, dan terlena serta meninggalkan penggunaan mata uang rupiah.

Melalui peringatan Hari Oeang, mari kita tingkatkan awareness bahwa uang adalah bentuk kedaulatan.

Rangkaian Kegiatan Hari Oeang ke-73 kami

Kemenkeu Mengajar 4 versi Lampung

Reuni dalam Balutan Jalan Santai

Bakti Sosial Hari Oeang ke-73

Senam Bersama Keluarga Kemenkeu Lampung

Donor Darah Hari Oeang Ke-73